Wanayasa, 3 April 2025 – Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Taringgul, Wanayasa, pada pukul 10 pagi, melibatkan sebuah mobil Avanza hitam dan kendaraan dinas polisi bernomor 2180-03 yang diduga membawa rombongan keluarga.
Menurut saksi mata, mobil dinas tersebut dikendarai secara ugal-ugalan, hampir menyerempet beberapa pengendara motor di jalan. Bahkan, seorang keluarga yang sedang dalam perjalanan pulang dari liburan sempat mengikuti kendaraan tersebut karena hampir mengalami kecelakaan akibat manuver berbahaya yang dilakukan pengemudi mobil dinas.
Kecelakaan akhirnya terjadi ketika mobil dinas tiba-tiba mengerem mendadak tanpa alasan yang jelas. Akibatnya, sepeda motor yang dikendarai oleh seorang wanita bernama Egi, yang tengah berboncengan dengan ibunya, menabrak bagian belakang mobil dinas tersebut. Egi mengalami luka sobek di bibir, sementara ibunya mengalami cedera pada tangan. Selain itu, motor yang mereka gunakan mengalami kerusakan parah, dengan bagian depan hancur dan stang motor bengkok.
Yang lebih mencengangkan, sopir mobil dinas hanya memberikan uang Rp200.000 kepada korban sebelum meninggalkan lokasi tanpa memberikan pertanggungjawaban yang layak. Insiden ini memicu perdebatan di lokasi, terutama karena salah satu penumpang mobil dinas diduga mengeluarkan kata-kata kasar terhadap seorang pengendara motor bernama Ahmad, yang turut membantu korban dan meminta pertanggungjawaban dari pihak mobil dinas.
Kejadian ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai penggunaan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, kendaraan dinas yang dibiayai oleh negara hanya boleh digunakan untuk kepentingan kedinasan. Penyalahgunaan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi, seperti liburan keluarga, dapat dianggap sebagai pelanggaran administrasi yang berpotensi berujung pada sanksi disiplin sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Korban masih mempertimbangkan langkah hukum, termasuk kemungkinan melaporkan kasus ini ke pihak berwenang untuk mendapatkan keadilan dan memastikan adanya pertanggungjawaban dari oknum yang terlibat.
Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dalam berkendara dan melaporkan setiap dugaan penyalahgunaan kendaraan dinas oleh aparat negara kepada pihak berwenang guna memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan fasilitas negara.